Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes

Rabu, 11 September 2013

ANALISA DESAIN BERORIENTASI O

          System Development Life Cycle

                       
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek                                pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang              berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat                     lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi         baru
9.Memelihara dan melakukan perbaikan /                                            peningkatan sistem informasi baru bila  diperlukan

System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.

Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah
1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam                 pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang                 diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang                   diperlukan
5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat

Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.
Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem


Domain Modeling

Istilah domain model memberikan pengertian mengenai penggambaran obyek nyata terhadap situasi riil dari suatu lingkup area/domain melalui perwujudan ide abstraksi kelas (conceptual class). Domain modelumumnya digambarkan memakai notasi UML class diagram berikut notasi attribute, association, role dan multiplicity. Oleh karena itu dalam penyajiannya, domain model mampu menjelaskan informasi properti, aturan dan keterhubungan relasi antar kelas sehingga secara tidak langsung domain model juga memiliki peranan sebagai data model yang diperlukan sistem. Tetapi apakah itu mengartikan domain model sama dengan data model?

Dalam bukunya Applying UML and Pattern, Craig Larman menegaskan “a domain model is not a data model(which by definition shows persistent data to be stored somewhere)”. Penulis setuju dengan penegasan Larman ini serta menambahkan bahwa Anda dapat saja mengekstraksi data model dari domain model yang telah ada (dalam subbab berikutnya, Larman menuliskan tentang motivasi penulisan domain model sebagai usaha penekanan gap perancangan model OO antara ketika tahapan analisis dan tahapan design). Melalui penyusunan domain model diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat tahap perancangan solusi masalah.

Domain model membantu pengembang dalam menangkap abstraksi, perbendaharaan kata dan informasiyang terkandung dalam setiap jargon kata. Hal ini menjadikan domain model dapat mencakup seluruh kelas obyek yang dimiliki oleh lingkup area/domain tertentu. Beririsan dengan data model yang hanya terbatas oleh obyek-obyek kelas yang perlu diingat informasinya. Domain model memperbolehkan masuk sebuah obyek kelas tanpa atribut (cukup memiliki “behavior role”), sedangkan data model mengharuskan obyek kelas yang beratribut (perlu “information role”).

Lebih lanjut, penegasan itu juga memberikan siynal bahwa domain model berbeda dengan “domain layer” yaitu suatu lapisan dalam arsitektur sistem yang berada dibawah “presentation layer” yang tersusun atas domain objects–obyek entitas yang berhubungan dengan logik proses bisnis. Domain layer memiliki erat kaitannya dengan data model dimana sama-sama tersusun atas domain objects yang saling berelasi.

Sebagai catatan penting, domain model juga tidak mengisyaratkan suatu pembentukan software object seperti kelas pada JAVA, C# dan bahasa OO lainnya. Tetapi (lagi-lagi!) Anda dapat mengekstraksi dari padanya.









0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda mengenai Postingan ini sangat Saya butuhkan Untuk menjadi bahan evaluasi agar menjadi lebih baik.....